Charlie, Daniel Keyes – Book Review


Charlie

Novel berjudul Charlie karya Daniel Keyes ini adalah salah satu buku yang harus dibaca sebelum mati. Benar-benar mengharukan, hanya orang-orang yang hatinya telah mati saja yang tidak tersentuh. Berisikan 457 halaman, kamu akan mendapatkan sebuah cerita tentang ilmu pengetahuan, intrik, keluarga, teman, dan cinta. Sangat apik, lengkap, dan berbobot. Buku sepanjang masa yang tidak akan bosan untuk dibaca berulang kali.

Charlie Gordon, lelaki berusia 32 tahun ini memiliki IQ 68. Ya, manusia normal seharusnya memiliki nilai intelejensi 100, atau di atasnya, akumulasi dari umur dan IQ Charlie. Tidak ada yang bisa mengungguli kegigihan Charlie dalam belajar membaca dan menulis di Sekolah Beekman untuk Orang Dewasa Terbelakang. Semangat dan sifat pantang menyerah-nya inilah yang menjadikan Charlie terpilih sebagai manusia pertama dalam sebuah penelitian Prof. Nermus serta para asistennya Dr. Burt dan Dr. Strauss: percobaan peningkatan kejeniusan pada manusia. Sedari awal, Nona Kinnian Alice, seorang guru di sekolahnya khawatir dengan penelitian tersebut, sebab, Charlie manusia pertama yang akan menjalani operasi ini. Sebelumnya memang sudah dilakukan terhadap Algernon, seekor tikus putih kecil, namun itu pun belum bersifat final mengenai hasilnya.

Novel ini berisi laporan-laporan perkembangan Charlie Gordon, dimulai dari sebelum dilakukannya operasi jenius hingga paska operasi, pembaca akan melihat grafik kemunduran maupun kemajuan Charlie yang benar-benar menyentak. Kita tidak akan menemukan penomoran bab secara khusus di dalam novel ini, dari cerita ke cerita lainnya hanya dibatasi oleh tanggal-tanggal layaknya sebuah laporan atau catatan harian. Entah berdasarkan kisah nyata atau tidak, novel yang ditulis pada tahun 1959 dan dialih-bahasakan ke Bahasa Indonesia di tahun 2006 ini adalah salah satu maha karya di dunia kesusastraan. Disabetnya Hugo Award dan Nebula Award lewat buku ini, menjadi bukti bahwa novel ini bukan sembarang novel biasa dan tentu saja wajib dibaca.

Kecerdasan Charlie meningkat tajam dalam waktu yang singkat, IQ-nya berubah dari 68, menjadi 89, 100, kemudian 185! Hal ini tentu saja berdampak langsung pada kehidupan Charlie. Sekarang ia mampu mengingat kenangan-kenangan kelam masa lalunya. Matt, ayahnya yang gemuk, pendek, dan takut dengan istrinya; Rose, seorang ibu yang mengedepankan penampilan luar dan terobsesi pada citra; Norma, adik perempuan Charlie yang kerap iri dan dibela Rose; Serta Herman, paman baik hati yang membuat Charlie mendapatkan pekerjaan di pabrik roti milik Pak Donner. Kejeniusan Charlie yang mendadak dan rahasia, membingungkan para penghuni pabrik roti, membuat ia menjadi tersingkir dari pertemanannya dengan Klaus, Gimpy dan Donner yang gemar mengolok-olok dan menertawainya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan penelitinya sendiri yang terdiri dari professor dan doktor di bidang psikologi ditentang oleh teori-teori Charlie.

Walaupun buku ini cukup tebal, Keyes memainkan tempo cerita dengan cukup cepat. Intrik-intrik yang dibangun sangat halus dan tak terduga. Kecerdasan Keyes dalam membangun plot, membuat pembaca tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada Charlie. Berlatarkan tempat di Amerika Serikat, buku ini menyajikan realitas yang terjadi pada perilaku manusia pada umumnya.

Algernon mati, dan para peneliti bersiap dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada Charlie. Pertemuan Charlie dengan Rose, Matt dan Norma, membuka mata Charlie lebar-lebar. Kinnian Alice dan Fay silih berganti mengisi kekosongan dan kehampaan hidup Charlie di dunia. Kenangan-kenangan pahit masa silam kerap datang menghantui Charlie, lebih-lebih ketika ia terlalu banyak meminum gin dan whisky.

Apakah nasib Charlie akan sama seperti Algernon? Mati, dimasukkan ke ruang beku untuk kemudian dibakar? Perubahan apa yang terjadi pada Charlie setelah otaknya menjadi jenius? Semua terangkum mempesona dalam novel yang satu ini. Perilaku, ego, perasaan, pemikiran, teramu secara apik oleh Keyes dalam novel Charlie, si jenius dungu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s