Perumpamaan Cinta


Malam itu aku bercerita banyak tentang kamu

Di sudut Mushala Al-Hikmah dengan Bayu

Tak henti-hentinya mulutku meracau

Berkata yang indah-indah tentang kamu

Lusanya kudengar sesuatu tentang kamu

Saat lontaran pujian dan buaian kata-kata terpusat padamu

Entah kenapa, malam itu aku teringat segala hal tentang kamu

Senyum, canda, tawa, marah, semua tervisualisasi jelas dalam ceritaku

Ternyata terjadi apa-apa dengan kamu

Rasa ini..

Immanuel Kant menyebutnya apriori

Isaac Newton menyebutnya gravitasi

Tidak ada namun dapat dirasakan

Ini seperti magnet bumi yang tarikannya sangat kuat

Rasa ini..

James Watt berkata kalau ini bohlam lampu

Beethoven menyebutnya musik klasik

Ini benar-benar menerangi hari-hariku

Seperti alunan nada yang dengan lembut membelaiku

Rasa ini..

Romeo dan Julliet menafsirkannya sebagai cinta

Dan, Soe Hok Gie pun sampai angkat bicara

“Kita begitu berbeda dalam banyak hal, namun kita sama dalam hal cinta”

4 thoughts on “Perumpamaan Cinta

  1. Puisi tahun 2010. Hampir dua tahun yg lalu elu sudah memahami bahwa “cinta tak perlu alasan”. Sungguh cool, cuk…

    Pernah si Don Tedjo bilang begini, “Kalo suatu hari aku brtanya kpd anakku, ‘kenapa kamu cinta sama pacarmu?’ Lalu dia bisa jawab, berarti itu bukan cinta. Cinta tak butuh penjelasan. Cinta tak butuh alasan. Dan cinta jg tak butuh pengorbanan. Cinta adalah ketika kuat kau rasakan ‘kehadiran Tuhan’ di dalam diri pasanganmu.”

    Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s