The Subject: Sebuah Kata Telah Bermakna


The subject adalah sebuah teori psychoanalysis yang dicetuskan oleh Jacques Lacan. Pengertian dari the subject itu sendiri adalah dunia di mana manusia telah menyimbolkan sebuah kata pada suatu hal tertentu. Baik kepada benda hidup maupun benda mati, telah diberikan suatu makna tertentu oleh manusia sebelumnya dan telah disetujui pemaknaannya oleh mayoritas.

Misalkan sebuah apel. Kenapa kita menyebut benda tersebut apel? Karena deskripsi dari suatu benda tersebut merujuk pada kata apel. Benda tersebut berwarna merah, berbentuk agak bulat, berbiji sedikit dan rasanya manis. Dicontohkan lagi misalkan ada seorang yang lewat di depan kita. Kita sebut ia wanita. Kenapa? Karena ia memakai rok, berambut panjang, memiliki dada yang menonjol, menyusui bayi, memakai sepatu berhak tinggi dsb. Itulah yang dimaksud the subject oleh Lacan. Ketika sebuah kata  memiliki makna dan telah disetujui pemaknaannya oleh orang banyak.

Hampir semua benda yang hidup maupun mati telah memiliki sebuah kata untuk menyimbolkan benda tersebut. Awal mulanya, manusia belum mengenal sebuah kata maupun makna dari sebuah kata. Saat di mana manusia belum mengetahui suatu kata dan makna dari sebuah benda, dinamakan The Real oleh Lacan. Fase ini terjadi pada waktu manusia belum memahami, mengerti bahkan belum dapat berbicara dan pendengarannya belum maksimal, yakni pada saat bayi.

Manusia mulai mengerti bahwa suatu benda memiliki kata dan arti kata sejak balita. Di lingkungan keluarga, orang tua, kakak, adik, berperan serta untuk menyuplai kata-kata dalam mengartikan sebuah benda. Semakin lama, semakin banyak kosakata yang dimiliki si anak yang didapatnya dari pergaulan antar teman, sekolah, tempat les, perguruan tinggi, kantor dsb. Sehingga, segala sesuatu yang tampak oleh indera manusia telah memiliki sebuah arti, simbol dan makna tertentu seperti yang telah dicontohkan tadi.

Apakah ini baik atau buruk?

Segala sesuatu pasti memiliki sisi baik dan sisi buruk, tergantung mata kebijakan kita yang melihatnya. Sisi baik dari The subject adalah manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lain dengan lancar dan dapat saling mengerti satu sama lain. Tidak ada hambatan dalam menjalin suatu hubungan antar-manusia karena telah memiliki pemahaman akan suatu kata, simbol dan arti kata yang sama.

Sisi buruknya adalah, manusia menjadi terkekang oleh sesuatu hal. Sebuah kata atau bahasa yang menyimbolkan suatu benda dapat membuat manusia membatasi dirinya oleh arti kata itu sendiri. Misalnya, seorang wanita menurut pengertian dan pemahaman masyarakat (indonesia) kebanyakan seharusnya di rumah melayani suami, mengurus anak, dan segala kegiatan yang berhubungan dengan rumah tangga. Ketika sang wanita tersebut keluar dari pemaknaan (the subject) atas pengertian wanita tadi, maka si wanita tersebut telah melampaui batas-batas simbolik (the real). Ketika sang wanita menjadi Carrier Women, maka ia telah melepaskan simbol wanita atas pemaknaan wanita oleh umum (the real).

Jadi, mana yang akan kamu pilih? Hidup dalam the subject atau ingin melampaui batas-batas pemaknaan ketika tidak ada makna atau simbol atas sebuah kata: The Real? Semua pilihan saya serahkan ke kamu.

🙂

Link Terkait:

The Real: Melampaui Batas-batas Subjektivitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s