Manusia Tidak Akan Sempurna Di Dunia


Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tiap hari, tiap waktu. Dari kebutuhan pokok sampai yang hanya berupa keinginan, semua mencoba untuk mencapainya. Makan-minum, spiritual, ilmu, harta, benda, rekreasi dan menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini, barang dan makanan seperti kue, baju, ketupat ingin dibeli untuk memenuhi hasrat manusia. Selama manusia (masih) hidup di dunia, manusia akan mencari apa arti sebuah kesempurnaan yang pernah dicapainya dahulu. Jalannya dengan memenuhi hasratnya sendiri,yaitu keinginan dan kebutuhan yang telah disebutkan. Caranya beragam, ada yang halal maupun haram untuk mencapai hasrat tersebut.

Pernahkah kita ingat akan kesempurnaan yang pernah dicapai dahulu? Ya, kita, manusia pernah merasakan fase kesempurnaan itu, tapi kita tidak ingat atau bahkan tidak pernah merasa pernah merasakannya. Sebuah tempat di mana semua kebutuhan kita seperti makan, minum, udara, buang air terpenuhi. Hasrat yang ingin kita capai dapat kita miliki hanya dengan usaha yang sedikit saja. Tidak lama memang, hanya sekitar sembilan bulan, namun cukup nikmat berada di sana. Ya, benar, rahim Ibu kita sendiri.

Di dalam rahim, segala yang dibutuhkan oleh diri ini dapat kita dapatkan. Makan, minum, udara, buang air kecil, semuanya dicapai dengan hanya sedikit usaha. Rahim yang kita tempati dahulu, tinggal kita gerakkan sedikit saja dengan kaki atau tangan kita, maka apa yang kita butuhkan dapat terlaksana. Benar-benar sempurna hidup kita. Tapi kesempurnaan itu hanya kita peroleh dalam waktu yang singkat jika dibandingkan dengan umur kita sekarang ini. Hanya sembilan bulan segala hal yang kita butuhkan dan inginkan dapat tercapai. Setelah kita lahir ke dunia, hilanglah sudah segala kesempurnaan di dalam rahim tersebut.

Ketika pertama kali kita terlahir di dunia, para orang tua bercerita kalau kita menangis dengan sangat kencang. Mengapa kita menangis? Banyak versi, salah satunya alasan kita menangis adalah (mungkin) karena kita telah terlepas dari dunia kesempurnaan yaitu rahim Ibu. Kita tidak dapat merasakan nikmatnya segala hal yang kita butuhkan dengan hanya sedikit usaha. Kita telah berada di tempat lain bernama dunia.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, kita selalu mencapai hasrat-hasrat diri ini di dunia. Kebutuhan maupun keinginan coba kita penuhi dengan serius. Berbagai cara dilancarkan, dengan menabung, mengumpulkan, menanti saat mendapat/ada uang (gajian), sampai usaha haram seperti dengan mencuri, merampok, korupsi, mengambil hak orang lain dsb. Semua itu kita lakukan demi mendapatkan apa yang kita cari di dunia ini.

Manusia tidak akan pernah berhenti untuk memenuhi hasratnya. Misalnya, seseorang sudah memilik ponsel yang fungsi utamanya sms dan telepon, namun seiring berkembangnya zaman muncullah ponsel-ponsel dengan berbagai fitur menarik selain fungsi utama tadi. Karena hasrat kebutuhan atau keinginan, kita ingin membeli ponsel terbaru (dan tercanggih) tersebut. Jika muncul ponsel yang lebih baru dan lebih canggih lagi, kemungkinan besar kita akan mencoba mencapai hasrat tersebut.

Contoh lainnya, seseorang memiliki penghasilan sebesar Rp 3 juta per bulan. Namun, dengan keadaan serta kebutuhan dan keinginan yang dia alami, uang tersebut tidak dapat memenuhi segala hasratnya. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut, manusia berusaha untuk meraihnya dengan mencari sambilan atau korupsi. Ingat, segala cara dapat ditempuh demi menuruti hasrat, cara halal maupun haram.

Manusia memenuhi kebutuhan, keinginan serta hasrat tersebut tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh kesempurnaan. Kesempurnaan yang pernah dialami manusia di dalam rahim, coba dicari oleh manusia dengan memenuhi hasrat-hasrat tersebut di dunia.

Apakah ada kesempurnaan tersebut?

Tidak ada, di dunia manusia tidak akan mencapai kesempurnaan yang pernah dirasakannya saat di dalam rahim. Sebesar apapun kebutuhan dan keinginan yang telah dicapai atau dilampaui manusia, tidak akan menjadikannya sempurna. Dengan dicapainya suatu kebutuhan atau keinginan, lambat laun akan menhasilkan atau menciptakan hasrat lain yang lebih dari pencapaian sebelumnya.

Di dunia, mereka akan selalu mencari dan terus mencari arti dari sebuah kesempurnaan tersebut. Hanya dengan rasa syukur, sebuah kesempuranaan di dunia dapat dirasakan. Di dunia, manusia tidak akan mendapatkan apa yang mereka cari, yaitu kesempurnaan. Hanya satu dari hasil akhirat-lah yang akan memberikan sebuah kesempurnaan pada manusia. Hanya surga yang akan memenuhi segala hasrat manusia. Surga yang menjadi tempat di mana manusia dapat merasakan kembali kesempurnaan layaknya di dalam rahim ibu.

Masih ingin mencari kesempurnaan di dunia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s