Kita Berasal Dari Masa Lalu


Waktu terus menerus bergulir. Detik demi detik menggantikan sang menit. Menit pun tak mau tertinggal, ia terus berlari mengubah angka jam. Terus begitu sampai tidak terasa hari telah berganti. Tak satupun momen yang terlewatkan dalam hidup ini. Suka, senang, marah, sedih, kesal, dan berbagai emosi yang terjadi telah tercipta atau diciptakan. Emosi yang kita tampakkan maupun di sembunyikan tetap tersimpan dalam hati serta memori ini.

Masa lalu kadang ingin sekali kita lupakan. Terutama yang menyangkut kekelaman, kebuntuan, kesemrawutan yang pernah terjadi dalam hidup kita, ingin sekali dicopot serta membuangnya jauh-jauh dari memori ini. Segala hal buruk yang pernah dialami, ingin kita musnahkan jauh-jauh. Seorang yang buruk di masa lalu yaitu diri kita sendiri, ingin kita kubur dalam-dalam. Seakan-akan kita tak pernah mengalami atau menjadi seorang yang dahulu pernah kita lalui.

Kita hidup di masa sekarang, masa kini, untuk apa mengingat hal-hal yang telah berlalu. Sekarang, berbeda dengan waktu itu. Hari ini jelas tidak sama dengan kemarin. Usah diungkit-ungkit masa-masa yang dahulu pernah dilalui. Itu semua telah berlalu, tak ada hubungannya dengan hari ini. Mungkin kalimat-kalimat ini yang dilancarkan untuk menjadi alasan jika ada seseorang yang ditanya tentang masa lalunya. Apalagi jika masa lalu orang tersebut sangat berbeda 180 derajat dengan masa sekarang ini. Kondisi, sifat, sikap, serta keadaan yang buruk masa lalu orang tersebut telah berganti saat ini.

Tapi, apakah kita sadar jika kita yang sekarang ini, yang berdiri tegak, yang sedang online, yang sedang menatap laptop ini, adalah berasal dari diri kita sendiri di masa yang telah berlalu? Kita, mungkin yang berbeda keadaan, kondisi, sifat serta sikap yang sekarang ini adalah diri kita yang sama di masa lalu. Tidak perlu menepisnya kurasa. Untuk apa kita kubur diri kita sendiri di masa lalu?

Sepahit apapun masa lalu itu, seburuk apapun waktu yang pernah kita lalui, itu adalah diri kita yang sama dengan saat ini. Jangan kubur diri kita sendiri. Biarkan ia tetap hidup sebagai bagian dari jurnal kehidupan kita. Walaupun itu buruk, jadikan ia sebagai tolak ukur kita di masa kini. Pengalaman adalah seorang guru yang terbaik, jadikan ia pembelajaran diri kita untuk meningkatkan kualitas diri. Kita tidak akan berada di sini seperti sekarang ini tanpa kehidupan masa-masa lalu kita. Memori indah maupun buruk, biarkan tetap menjadi sebuah alasan untuk bertindak, berlaku dan berperan dalam hidup kita sekarang ini.

Jadi, apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Hidup terus bergulir, memori tetap ada. Jangan sampai menyesal atas apa yang telah diperbuat. Seorang saya di hari ini adalah orang yang tetap sama di hari yang telah berlalu. Dan, kita di hari esok adalah visualisasi diri kita sendiri pada hari ini.

8 thoughts on “Kita Berasal Dari Masa Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s