Audit, Thats It!


Woah, pusing. Yap.. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan kepala gua saat ini. Masih kebayang angka-angka yang ada di Laporan Keuangan PT X. Mengaudit sebuah perusahaan membutuhkan ketelitian yang luar biasa. Apalagi buat newbie (tolol) kayak gua, Gan! :hammer

Hari pertama, Senin 10 April 2011 gua cuma ambil data-data buat kebutuhan audit. Hari kedua, harusnya opname atau pemeriksaan fisik uang kas tunai dan aset-aset tetap yang rusak tapi Mba Lina, Accountant PT X belum nyiapin data-datanya jadi belum bisa dilakukan opname kemaren. Mereka sih menjanjikan hari Senin minggu depan. Hasilnya, kemarin gua bengong sendiri karena gak tahu apa yang harus gua lakuin. Ditambah lagi komunikasi sama Pak X yang putus, mungkin susah ya dapet sinyal di Kalimantan.

Akhirnya hari ini gua mengaudit LK Pentas. Sumpah, awalnya gua bingung banget apa yang harus gua lakuin. Untung aja gua terkoneksi sama Pak X yang membimbing gua apa aja yang harus dilakuin via Instant Messenger. Hehe..

Pertama, gua dikasih template Laporan Audit tahun lalu (2009) dalam format .xls aka Microsoft Excel. Disitu banyak terdapat laman seperti Balance Sheet, Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Catatan Atas Laporan Keuangan, Worksheet dan Jurnal Penyesuaian. Nah, audit itu kebalikan dari siklus akuntansi. Jadi kalo di siklus akuntansi yang pertama lu lakukan adalah menjurnal s.d. jadi LK, maka di siklus audit lu harus memulainya dari LK kemudian menjurnal.

Oke, pertama lo harus buka sheet worksheet. Disitu terdapat kolum-kolum hasil audit tahun lalu. Yang akan dipakai dari worksheet tahun lalu adalah audited LK tahun lalu dan LK dari tahun ini (nah, ini data yang gua ambil hari senin kemarin). Tinggal input data-data dari tahun ini (periode 2010). Kalo LK yang tahun lalu, tinggal di kopas aja. Hehe..

Langkah selanjutnya, lu beralih ke sheet Catatan Atas Laporan Keuangan. Nah, ini tinggal lu link angka-angka pakai formula sesuai dengan account yang tertera. Hati-hati, karena template tahun lalu kadang ada yang gak pas fungsi link formulanya. Jadi mending lu bolak-balik dulu antara sheet Worksheet dan CALK dan sesuaikan datanya. Nah ini yang bikin mumet. Seperti kata gua, membutuhkan ketelitian yang ekstra. Kalo menurut pribadi gua, mengaudit itu kaya main games. Kita tahu kalo ada kesalahan, tapi belum tau di mana letak kesalahan itu. Nah, kita eksplore dengan mencarinya lewat link-link formula. Kalo dapet, pasti lu bangga deh. Hehe..

Selanjutnya cek Balance Sheet aka Neraca. Di sini sama kaya CALK yang punya link-link formula bersumber dari Worksheet, bedanya kalo di BS itu sumber linknya dari CALK. Pun dengan Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Ekuitas, sourcenya dari CALK dan beberapa akun di worksheet. Jadi, bisa disimpulkan yang paling penting kalo lu mengaudit adalah Worksheet dan CALK. Jangan sampe terjadi kesalahan dalam menginput maupun memasukkan angka pada kedua sumber ini, kalo lu ngasal bakal fatal akibatnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s