Perkakas Batik?


Gimana ya kalau tiba-tiba ada bule atau orang asing yang nanya tentang canting, malam, atau istilah-istilah dalam membuat batik lainnya? Wah, gawat bro, sis, kalau sampai kita gelagapan gak bisa jawab itu. Padahal, orang asing atau bule itu kan tahu kalau batik itu berasal dari Indonesia. Nah, kalau kita sendiri gak tahu-menahu tentang batik itu sendiri, lah iki piye?

Oke, stop to debate it. Sekarang bakal kita babarkan deh alat-alat dan berbagai bahan yang biasa digunakan dalam membuat batik.

1. Bandul

Bandul adalah sebuah alat yang digunakan untuk menahan kain batik (mori), agar tidak bergerak tertiup angin atau tertarik oleh si pembatik. Biasanya bandul ini terbuat dari timah, besi atau bahkan dari kayu.

2. Canting

Canting adalah sebuah alat yang terbuat dari tembaga dan berfungsi sebagai pemindah cairan lilin (malam) dari wajan ke kain (mori) dengan mengikuti pola-pola yang telah ada. Canting memiliki sebuah pegangan yang biasanya terbuat dari bambu.

3. Gawangan

Perkakas yang satu ini tidak kalah pentingnya. Gawang terbuat dari sebilah bambu atau kayu yang berfungsi untuk mengaitkan kain (mori) dan membentangkannya dari ujung ke ujung.

4. Kompor

Untuk menjaga agar lilin (malam) tetap panas dan cair, diperlukan sebuah pengapian. Kompor inilah yang digunakan para pengrajin batik, dan biasanya kompor mereka berbahan bakar dari minyak tanah.

5. Malam (lilin)

Salah satu bahan utama dalam membatik adalah malam (lilin). Jenis malam untuk membatik, tentu berbeda dengan lilin biasa. Malam (lilin) yang digunakan untuk membatik memiliki bahan yang cepat meresap dengan kain dan dapat dengan mudah terlepas pada saat proses pengerokan dan ngelorod.

6. Mori

Mori adalah sebuah kain yang dipakai sebagai bahan dasar dalam membatik. Jenis-jenis mori beragam dan dapat dibedakan dari kualitas maupun ukurannya. Ukuran mori dalam membuat sebuah batik biasanya disebut dengan se-kacu.

7. Pola

Dalam sebuah batik, memiliki pola-pola gambar tertentu yang beragam coraknya. Pola inilah yang digunakan para pembatik sebagai contoh atau acuan dalam membuat corak tersebut. Pola yang dapat digambarkan bermacam-macam, bisa berbentuk tumbuhan, hewan bahkan yang abstrak sekalipun.

8. Saringan Malam

Malam yang mencair karna dipanaskan, biasanya terdapat kotoran yang dapat membuat cucuk canting menjadi tersumbat. Oleh karena itu, saringan malam inilah yang digunakan untuk memfilter kotoran tersebut agar jalannya malam dari cucuk canting tidak terhambat dan mulus.

9. Taplak

Agar tidak terkena tetesan panas malam, taplak ditempatkan di paha seorang pembatik. Taplak ini bisa kain apa saja, tidak memerlukan spesifikasi khusus. Kain bekas yang sudah tidak terpakai pun dapat kita gunakan sebagai taplak.

10. Wajan

Wajan adalah sebuah wadah yang digunakan untuk memanaskan malam di atas kompor. Agar tidak merepotkan, sebaiknya wajan memiliki sebuah tangkai pegangan yang terbuat dari kayu.

Itu dia alat dan bahan yang digunakan untuk membatik. Gimana bro, sis? Udah tahu kan sekarang jadinya. Pasti level kegantengan atau kecantikan kalian akan bertambah 100% setelah tahu tentang berbatik ini. Hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s