Ini Batikku, Apa Batikmu?


Gallery berbatik.com

Gallery berbatik.com

Batik jenis apakah yang menjadi koleksi di lemari kamu? Iyap, ternyata batik itu menurut cara pembuatannya dibedakan menjadi 3 jenis. Apa saja sih memangnya? Let’s check this one out..

1. Batik Tulis

Batik tulis merupakan dedengkot dari semua jenis batik yang ada. Inilah cara paling pertama yang dipakai oleh perempuan-perempuan Indonesia di abad ke-13. Sampai saat ini, budaya batik tulis masih tetap eksis dan terus dibudayakan oleh para pengrajin, walaupun batik jenis ini tergolong sulit pembuatannya dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Rangkaian proses dari pembuatan batik tulis memakan waktu kurang lebih dua hingga enam bulan, bayangkan! Pengerjaannya dilakukan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin yang tekun dan ulet. Dimulai dari membuat pola batik pada kain putih menggunakan pensil, dilanjutkan dengan membatik pola yang telah dibuat dengan malam dan menggunakan canting, kemudian pewarnaan pada kain, proses berikutnya adalah menghilangkan lilin batik dengan cara pengerokan dan ngelorod, setelah itu dicuci dan dijemur, apabila telah kering batik siap untuk dipasarkan ke toko batik, butik batik, baik yang offline maupun batik online.

Jadi bukan tanpa alasan mengapa sebuah batik tulis itu berharga lebih mahal. Mengingat proses kreatif yang panjang, ini adalah sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

2. Batik Cap

Batik cap adalah jenis batik yang tertua nomor dua. Batik ini mulai dikenal sejak pertengahan abad ke-19 di Indonesia. Proses pembuatan batik cap cenderung lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis.

Sama halnya dengan batik tulis, pembuatan batik cap juga menggunakan canting dan malam, hanya saja bentuk cantingnya yang berbeda. Canting yang digunakan dalam membatik cara cap adalah dengan sebuah canting yang besar dan sudah memiliki pola-pola yang terukir. Alat cap ini biasanya terbuat dari tembaga, atau besi. Tapi belakangan ditemukan batik cap yang cantingnya terbuat dari kayu. Canting inilah yang membuat proses pembatikkan menjadi lebih singkat karena tidak perlu menggambar pola terlebih dahulu. Untuk batik cap yang cantingnya dari kayu, biasanya warna dari hasil pembatikkan kurang tajam dan agak meluber seditik. Ini dikarenakan elemen kayu yang kurang baik dalam menghantarkan panas dalam proses ngalam.

3. Batik Print

Batik print adalah sebuah batik yang prosesnya baru dikenal belakangan ini. Jumlah produk batik print adalah yang paling banyak dibandingkan dengan batik tulis maupun batik cap. Ini dikarenakan, proses produksi dari batik print/cetak lebih cepat dan mudah.

Proses pembuatan batik print/cetak hampir sama dengan cara penyablonan baju/kaos. Dimulai dari pembuatan klise/kasa yang akan mencetak batik di atas kain, dilanjutkan pewarnaan dengan menggunakan pasta/pewarna yang telah dicampur dan dicetak sesuai dengan motif yang telah dibuat, kemudian dikeringkan.

Jadi apapun jenis batik yang kamu pakai, mari kita berbatik ria!

2 thoughts on “Ini Batikku, Apa Batikmu?

    • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya Mas Amir.

      Inilah kekurangan Negara Indonesia, para pengrajin batik masih kurang diperhatikan. Bahkan hal ini juga terjadi lho Mas dengan para petani kita. Semua ini dikarenakan tidak berfungsinya Pasar Komoditi yang ada di Indonesia. Sehingga mereka, para pengrajin, petani dll. tertatung-tatung dalam menjalankan usahanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s