Untuk Perempuan yang Di Sana


Untuk perempuanku yang di sana
Erat kurasakan khidmat Tuhan di sampingmu
Melarutkan gumpalan darahku menjadi satu dengan Yang Satu
Semburat Illah sorotmu menenteramkan hati, kudukku menari
Tunggulah, aku tahu tujuan kita ialah kabilah
Semburat auramu mampu menghentikan detik waktu
Liuk punggungmu ingin kudekap hingga kau sesak
Tapi itu bukan cinta
Jangan terlena dengan iblis yang menggoda
Ikrarku belum terucap di telapak ayahmu, di kening ibumu
Untuk perempuanku yang di sana
Rindu kita bertemu dalam indahnya maya
Ketika luna tanpa rasa muna memainkan rasa
Menetaplah dalam Illah, tunggulah..
Aku ingin rasakan secangkir kopi dari hangatnya adukan tanganmu
Sesederhana itu

siluet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s