Sang Alkemis, Paulo Coelho – Book Review


Sang alkemis, Paulo CoelhoSantiago, pemuda berumur belasan tahun ini adalah seorang pengelana asal Andalusia, Spanyol. Ya, dari bukit ke bukit ia menyusuri kehidupan indah ini, yang seharusnya dapat dinikmati oleh orang-orang. Dari lembah ke lembah, Santiago mengembalakan kambing-kambing miliknya yang berjumlah 60 ekor. Memberinya makan dan minum, mencukur bulu-bulu dombanya untuk ditukarkan dengan uang atau mengolahnya menjadi makanan bila ia sedang tidak beruntung.

Tema tentang ‘mengejar mimpi’ Coelho kali ini memiliki setting di beberapa tempat Andalusia, Mesir, dan Afrika. Pembaca digiring masuk ke dalam petualangan Santiago, sang pengelana. Betapa Coelho akan menyadarkan kita akan kekuatan sebuah impian dari bagian satu novel Sang Alkemis ini. Ditekankan bahwa kita, manusia, seharusnya bisa menentukan takdirnya sendiri lewat pertanda-pertanda yang diberikan oleh Tuhan, bukan terjerembab masuk ke dalam rutinitas alih-alih dijadikan alasan sebagai sebuah nasib.

Untuk yang kedua kalinya, mimpi itu menyambangi lagi ketika Santiago terlelap. Seorang perempuan gipsy dan Melkisedek; seorang Raja Salem, mendukungnya untuk meraih impian tersebut melalui pertanda-pertanda yang tertera di hadapan pemuda itu. Hingga pada suatu perjalanan, Santiago bertemu dengan sang pemilik toko kristal. Ia memiliki impian, sama halnya dengan Santiago, akan tetapi pemilik toko kristal membiarkan mimpi-mimpinya itu menjadi angan-angan saja, sebagai penyemangat hidup, kilahnya. Menurutnya, tidak setiap orang bisa merasa bahagia apabila mimpinya dapat tercapai.

Helai demi helai halaman, pembaca akan disuguhkan dengan antusiasme tokoh utama, Santiago, dalam mengejar impiannya. Konflik-konflik yang tersaji kebanyakan datang dari pertarungan batin antara ia dan dirinya sendiri. Paulo Coelho bertutur di tulisannya, bahwa sebuah impian itu harus dicapai dengan sungguh-sungguh dan tekad yang benar-benar bulat. Dalam 216 halaman, kisah Santiaago ini disusun secara padat dan dipenuhi kejutan-kejutan serta intrik yang tak terduga.

Di bab terakhir, bagian dua, Santiago bertemu dengan seorang Inggris yang terobsesi dengan Sang Alkemis, judul buku ini. Disebut-sebut bahwa Sang Alkemis dapat merubah logam apapun menjadi segumpal emas. Petualangan Santiago menuju impiannya akan tersaji dengan berliku dan penuh rintangan di bagian akhir ini. Lebih-lebih ketika ia bertemu dengan Fatima di sebuah oase padang pasir. Ia mengetahui bahwa Fatima adalah cintanya, hal itu terlihat jelas dari sorotan sinar mata Fatima yang menenangkan hati dan sanggup untuk memberhentikan waktu.

Bagaimanakah kisah Santiago ini berlangsung di tengah pertempuran dua suku Arab yang sedang berperang? Apa yang akan dipilih oleh Santiago, impian yang sedang dikejarnya atau Fatima sang gadis gurun? Berhasilkah orang Inggris tersebut menemukan sang alkemis yang telah hidup 200 tahun di dunia ini? Semua jawaban ini dapat ditemukan dalam novel Sang Alkemis karya seorang maestro, Paulo Coelho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s