Teruntuk


Aku cinta tapi terlambat
Sesak akan rasa yang tersemat
Sakit ini merambat, hati ini tersumbat
Andai saja terucap sempat

Tak ingin mendahulukan Tuhan
Aku tahu kau rusukku yang hilang

Ketika kita berbicara tentang novel yang menyentuh
Ketika film cinta yang membuatmu meluluh
Aku ingin merengkuh

Saat kita bicarakan sang guru kewarganegaraan
Kau telah berpacaran dengan lawan
Aku ingin menyawan

Masih ingatkah kamu
Ketika pengumuman suram kau bertanya dengan ramu
Memojokkan aku dalam kelambu

Aku tahu arahnya cinta
Aku tahu kau sedang bercinta
Aku tak ingin mengatakan cinta
Aku tak ingin mereguk kau darinya

Telat sudah telat
Ralat bukan ralat
Shalat saja shalat
Pahat lagi pahat

2 thoughts on “Teruntuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s