Pacific Rim – Film Review


Jadi malam minggu kemarin, para fakir asmara berkumpul untuk menghibur diri. Mereka sedih, pedih, dan lengih. Hingga pada akhirnya tercetuslah ide untuk menonton Pacific Rim. Film fiksi sains garapan sutradara Guillermo del Torro ini dipilih agar bisa menyembuhkan kehampaan hati para jomblo-jomblo berwibawa.

Film berdurasi 135 menit dan 25 menit iklan ini membuat gue mengutuk-ngutuk XXI! Tau gini gue nunggu 10 menit di luar dulu buat sekedar pacaran! Eh, lupa, gak punya pacar.

Jalan cerita keseluruhan film ini terkesan bertele-tele dan banyak adegan yang gak penting. Diawali dengan kesuksesan Raleigh dan Yancy ketika menjadi pilot Jaegers dalam melawan Kaiju di masanya. Bingung? Sama! Jadi, Kaiju adalah sebutan monster ciptaan para alien yang mau menguasai bumi dan kerap muncul lewat terowongan dimensi antara permukaan bumi dan dataran pasifik, tempat alien bermukim. Sedangkan Jaegers adalah robot yang disengaja diciptakan untuk melawan Kaiju, dikendarai oleh dua orang pilot yang dihubungkan kedua saraf otaknya. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan gerakan dan serangan si robot besar Jaegers.

PACIFIC RIM

Masih ingat dengan Robot yang melawan alien di film War of The Worlds garapan sutradara Stephen Spielberg? Kira-kira begitulah cara Jaegers dikendarai. Namun bedanya, di film Pacific Rim ini sang Pilot dibenami peralatan yang lebih canggih. Kalau Kaijus itu lebih seperti monster-monster yang ada di film Ultraman.

Di bagian awal film diceritakan kalau Bumi sedang diambang kepunahan. Kaiju muncul dan menghancurkan peradaban manusia. Tempo di awal cerita ini tergolong lambat. Raleigh dan Yancy adalah para pilot andalan bumi. Duet ini kerap menang dalam melawan para Kaiju. Hingga pada suatu hari, Kaiju tipe 4, tipe yang besar muncul dengan evolusi yang tak terduga. Stacker pun kehilangan satu dari dua pilot andalannya.

pacirim

Bagian yang paling seru adalah ketika Kaiju Defense Force (KDF) sudah tidak didanai lagi oleh Liga Bangsa-Bangsa. Para persekutuan negara lebih memilih untuk membangun tembok pertahanan di tepi pantai mereka daripada mendanai pembuatan Jaegers yang menelan dana yang tidak sedikit. Di sinilah kapten Kaiju Defense Force (KDF) yaitu Stacker, mencari kembali Raleigh untuk mengendarai Gypsy Danger, Jaegers yang berkekuatan nuklir.

Ada empat Jaegers yang disiapkan untuk sebuah misi menyelamatkan dunia. Jaegers tersebut datang dari China, Rusia, Australia dan tentu saja dari Amerika. Sayang, masing-masing Jaegers tidak ditampilkan secara detail dan menyeluruh, padahal mungkin ini yang ditunggu-tunggu para penonton. Lebih mengecewakan lagi, pertarungan antara Jaegers dan Kaijus dirasa sangat singkat di bagian akhir, hal ini benar-benar membuat saya kecewa dengan film ini. Uh!

Apa misi Jaegers dalam menyelamatkan bumi dari serangan Kaijus yang terus berevolusi menjadi lebih tangguh? Siapa pilot pengganti Yancy yang akan menjadi rekan Raleigh dalam mengendarai Jaeger Gypsy? Apa yang akan dilakukan Stacker ditengah krisis kiamat bumi ini? Tontonlah Pacific Rim.

pr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s