Filed under Puisi

Teruntuk

Aku cinta tapi terlambat Sesak akan rasa yang tersemat Sakit ini merambat, hati ini tersumbat Andai saja terucap sempat Tak ingin mendahulukan Tuhan Aku tahu kau rusukku yang hilang Ketika kita berbicara tentang novel yang menyentuh Ketika film cinta yang membuatmu meluluh Aku ingin merengkuh Saat kita bicarakan sang guru kewarganegaraan Kau telah berpacaran dengan … Continue reading

As You Like It

As You Like It

Bukankah hutan ini Lebih bebas dari bahaya dibanding pengadilan yang jahat Di sini kita merasakan hukuman Adam Perbedaan musim, seperti pisau yang tajam Dan kemarahan yang kasar dari angin musim dingin, Yang, ketika menggigit menerpa tubuhku, Sampai aku berkerut kedinginan, aku tersenyum dan berkata: “Ini bukan pujian: ini adalah penasihat Yang mengatakan siapa diri saya” … Continue reading

Untuk Perempuan yang Di Sana

Untuk Perempuan yang Di Sana

Untuk perempuanku yang di sana Erat kurasakan khidmat Tuhan di sampingmu Melarutkan gumpalan darahku menjadi satu dengan Yang Satu Semburat Illah sorotmu menenteramkan hati, kudukku menari Tunggulah, aku tahu tujuan kita ialah kabilah Semburat auramu mampu menghentikan detik waktu Liuk punggungmu ingin kudekap hingga kau sesak Tapi itu bukan cinta Jangan terlena dengan iblis yang … Continue reading

Perempuan

Perempuan Datang Atas Nama Cinta Bunda Pergi Karena Cinta Digenangi Air Racun Jingga Adalah Wajahmu Seperti Bulan Lelap Tidur Di Hatimu Yang Berdinding Kelam Dan Kedinginan Ada Apa Dengannya ? Meninggalkan Hati Untuk Dicaci Lalu Sekali Ini Aku Lihat Karya Surga Dari Mata Seorang Hawa Ada Apa Dengan Cinta ? Tapi Aku Pasti Akan Kembali … Continue reading

Aku Bosan

Bosan.. Aku bosan Terpatung seperti seorang cacat Tak berpikir seperti seorang tolol Terikat oleh kerbau dungu yang kadang bermanfaat Waktu-waktuku terbuang sia-sia Oleh rokok dan segelas teh hangat Hujan memaksaku tetap tinggal di Kandang Kopi Benci.. Aku benci saat ini Benci saat-saat yang takkan bisa diingat Hanya menjadi sampah dalam memoriku Hujan, berhentilah turun Tetaplah … Continue reading

Perumpamaan Cinta

Malam itu aku bercerita banyak tentang kamu Di sudut Mushala Al-Hikmah dengan Bayu Tak henti-hentinya mulutku meracau Berkata yang indah-indah tentang kamu Lusanya kudengar sesuatu tentang kamu Saat lontaran pujian dan buaian kata-kata terpusat padamu Entah kenapa, malam itu aku teringat segala hal tentang kamu Senyum, canda, tawa, marah, semua tervisualisasi jelas dalam ceritaku Ternyata … Continue reading